Proses Induksi dalam Pemetaan Konsep

Dear all,

Baru saja saya membuat sebuah kategori baru yaitu Pemanasan Global secara lokal PKAB dan ternyata digabungkan langsung oleh Pemanasan Global di WordPress.

Secara lokal berarti mengakses artikel seputar Pemanasan Global (Global Warming) yang sudah ada di PKAB yang saya temukan lebih dahulu secara terpencar dan terpisah waktu dan tempat. Kemudian saya melakukan proses induksi mengambil satu cabang yang lebih dekat ke pusat hirarki. Atau dinamakan Generalisasi.

Secara tiba-tiba juga dengan mengklik Pemanasan Global di WordPress maka saya langsung join bersama-sama wordpressers yang lain yang tertarik membicarakan tentang Pemanasan Global.

Jadi seperti ketika kita menemukan motor, sepeda, mobil, kereta api, kapal laut, helikopter, beca, sampan, jet. maka kita bisa menginduksikan menjadi Kendaraan Darat, Kendaraan Laut, Kendaraan Udara. Kemudian dari Kendaraan Darat, Laut, dan Udara diinduksikan lebih jauh lagi menjadi Kendaraan saja.

Ini juga proses penyusunan Taxonomy. Seperti binatang itu dibagi: reptil, amphibi, avian, dll. Kalau tiap cabang itu dipecahkan lagi atau diperdetil proses ini kebalikan dari induksi.

Proses induksi ini sangat berguna untuk memancing asosiasi di dalam otak kita. Ibaratnya kalau kita menemukan adanya cabai yang berwarna merah, ada kacang tanah. Maka otak kita bisa saja menarik keluar (recall) bumbu-bumbu rujak dan secara cepat dan “otomatis” keluar juga teman-teman bumbu rujak seperti asam, garam, de es te de es be. Apalagi kalau ada asosiasi gambar orang sedang kepedasan memegang cabai berwarna merah.

Sehingga dengan menggunakan Peta Konsep kita dapat memanfaatkan kemampuan kedua belahan otak yaitu otak kanan dengan gambar/ image, asosiasi. kemudian dengan otak kiri melisting/ mendaftar teman-teman satu cabangnya. Ketika otak kanan teringat sebuah objek yang di luar cabang yang sedang kita olah, maka bisa saja kita tarik garis baru dari pusat dan mulai berpikir fokus pada cabang yang terakhir ini. Demikian seterusnya. Tiba-tiba terlihatlah pola atau big picture dari permasalahan yang kita hadapi dan solusi yang mungkin kita ambil untuk memecahkan masalah itu.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk para pembaca untuk semakin tertarik memulai menggunakan peta konsep untuk keperluan belajar, mencatat, mengingat, berpikir, mencari solusi, mengembangkan alternatif-alternatif, dlsb.