Satu lagi dari Mayo..

Tadi pagi ketika melintas kantornya di Jalan Tomang Raya mengantar anak-anak saya pulang ke kampung Cirebon menengok nenek dan kakek dan bertemu dengan saudara2 sepupunya, saya kemudian teringat lagi dengan obrolan di meja seberang di rumah makan Ungu yang menginformasikan tentang seseorang ahli perancang produk dari Mayora sedang mencari pekerjaan baru. Mereka mengobrol cukup keras sehingga kuping saya mau tak mau mendengar promosi mereka tentang produk minuman/ permen rasa kopi yang baru, dan iklannya saya lihat di bus-bus, yang sementara berhasil diproduksi atas ide orang ahli eks Mayora tersebut.

Sudah berapa lama kita tidak mendengar iklan yang memiliki jinggle “Satu lagi dari Mayora.”? Artinya apakah Mayora itu sudah tidak memiliki ide atau inovasi baru lagi terhadap produk2nya? Apakah jadinya kalau kondisi itu dibiarkan terus menerus? Bukankah produk2 mereka akan dilupakan orang dan perusahaan tersebut bisa jadi tidak lagi berkantor di Jalan Tomang Raya  karena sudah gulung tikar.

Khan, bisa saja Mayora pasang iklan di TV, Media Masa dan Radio kembali dengan gencar melawan promosi dari Orang Tua? Orang Tua dikenal sebagai packager karena produk-produk yang dipasarkan sebenarnya sudah populer di negara lain dan mereka tidak memproduksi sendiri. Pertanyaannya kembali: apakah yang hendak diiklankan oleh Mayora, bila tidak/ belum ada inovasi yang baru dari mereka? Masa bunyinya jadi: “Hm.. yang ini pernah dibuat oleh Mayora.”?

“Change or Die!” dalam bukunya Renald Khasali beberapa waktu lalu atau Innovate now or Die!

Gunakanlah Peta Konsep dalam menggali ide dan merealisasikanya menjadi kenyataan.  Cobalah dengan memulai dengan berlatih mengembangkan ide pemanfaataan Klip Kertas. Kemudian gantilah dengan tema yang hendak dikembangkan di bagian tengahnya.

Happy concept mapping….