Cerita dari Seminar Transforming Education in Indonesia

Pagi-siang, saya mengikuti acara seminar tersebut di Hotel JW Marriot bersama Bu Debby T. Acara dipimpin oleh Pak Firdaus Ali, dari hasil pertemuan dengan rekan-rekan KPPI di Chicago untuk menyumbangkan sesuatu bagi Pendidikan Indonesia. Keynote speech dibacakan oleh Pak Kemal dari Kementrian ICT. Sungguh saat ini adalah saat yang tepat untuk pemerintah melalui para mentrinya seperti: Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Komunikasi dan Informasi, dan departemen lainnya yang terkait untuk melakukan suatu langkah terobosan yang radikal dan harus segera bisa diimplementasikan, bila tidak ingin semakin jauh tertinggal.

Mejeng di SOF (School of the Future Seminar)

Menurut data DepDikNas tahun 2005 terdapat 49 juta anak sekolah dan 220.000 ribu sekolah. Dari 3 juta pendidik untuk tingkat sekolah TK-SMA 58%nya belum memenuhi standar kualifikasi sarjana. Terbanyak adalah 1.2 juta guru-guru SD (91%) belum mencapai tingkat sarjana. Walaupun rasio guru:murid Indonesia (1:20) lebih baik dari negara Singapore (1:25), Philipina (1.:35), kalah dari Canada (1:17) dan Amerika (1:15), masalahnya adalah tingkat penyebarannya masih terpusat di Pulau Jawa.

Presentasi dari BAPPENAS memberikan informasi tentang 7 flagship ICT Indonesia, sungguh menggembirakan bahwa e-education merupakan ujung tombaknya. Adanya JarDikNas yang telah menghubungkan 441 Kabupaten/ Kota dalam jaringan Internet. Langkah berikutnya adalah pemanfaatan jaringan tersebut dengan konten lokal, karena dari akses selama ini 95% konten yang diakses berasal dari luar negri.

Presentasi Samir P (Optara, Singapore) tentang School of the Future membukakan wawasan tentang roadmap ICT yang
terus melaju, sehingga jangan sampai kita salah memilih investasi pada teknologi yang mungkin dalam 1-2 tahun mendatang akan jadi usang. Ia juga membantu Kutai Kartanegara (KuKar) dalam menyiapkan sekolah masa depan di sana. Ditayangkan sebuah Flash Presentasi oleh Pak Firdaus tentang Rencana Sekolah Masa Depan di KuKar. Membuktikan bahwa dengan komitmen yang tinggi dari PemDa mereka sanggup untuk merencanakan dan mewujud nyatakan Sekolah Masa Depan itu.

Presentasi Matthew T (MXL, New Zealand) tentang eMinerva, sebuah sistem informasi sekolah yang berbasis web dan terpadu untuk mengolah data tentang siswa, guru, orang tua, pelajaran, dan alumni. Sistem tersebut mendapatkan banyak penghargaan dan telah diterapkan di beberapa negara. Mereka rajin mengadakan temu muka dengan para pengguna sistem untuk memperoleh masukan tentang keinginan pengguna, sehingga hasil akhirnya sistem tersebut menjadi user-friendly dan lengkap sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Presentasi Dr. Oliver W (Soft Foundry, Singapore) tentang teknologi kompresi video streaming kualitas DVD dengan menggunakan bandwith 1/10 dari normalnya. Sungguh luar biasa melihat demo live antara Jakarta, Shang Hai, dan Singapore dalam video conferencing, whiteboard, sharing application. Dari foto-foto implementasi terlihat keunggulan dan seperti itulah Sekolah Masa Depan.